Jam Penuaan: Penuaan Dini, Tingkat Kematian, & Penyakit Kronis

''Penuaan adalah faktor risiko nomor 1 untuk sebagian besar penyakit kronis utama''

Selama 150 tahun terakhir, harapan hidup telah meningkat secara signifikan, namun tidak semua tahun tambahan tersebut dihabiskan dalam keadaan sehat.[1]

Penuaan adalah proses fisiologis alami dan progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi jaringan dan sel secara bertahap.

Penurunan fungsi tubuh yang berkaitan dengan usia merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit, seperti gangguan neurodegeneratif, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, kondisi muskuloskeletal, dan gangguan sistem imun.[2].

Penyakit yang Berkaitan dengan Penuaan Meliputi:

  • Aterosklerosis
    Penuaan vaskular mengacu pada perubahan struktural dan fungsional yang disebabkan oleh penuaan yang terjadi pada pembuluh darah.
    Sel endotel yang menua menghasilkan lebih banyak endothelin-1 dan lebih sedikit oksida nitrat, yang mengakibatkan peradangan dan penurunan pelebaran pembuluh darah. Gangguan fungsi sel endotel ini menyebabkan penuaan vaskular dan aterosklerosis.
  • Gagal jantung (HF)
    Saat ini, lebih dari 64 juta pasien di seluruh dunia menderita HF,[3] dan HF merupakan bidang yang semakin diminati. Studi menunjukkan bahwa penuaan jantung merupakan faktor risiko kritis terhadap gangguan fungsi jantung dan perkembangan HF[4].
  • Diabetes melitus tipe 2 (T2DM)
    Insiden T2DM meningkat pesat pada orang yang berusia di atas 65 tahun.[5] Pada T2DM, peningkatan jumlah sel β senescent menyebabkan disfungsi sel β, yang mengganggu sekresi insulin dan homeostasis metabolisme glukosa dan lipid, sehingga menyebabkan patogenesis T2DM.
  • Penyakit Alzheimer & penyakit Parkinson
    Penyakit Alzheimer (AD) adalah gangguan neurologis progresif yang menyebabkan masalah pada ingatan, pemikiran, dan perilaku pada individu lanjut usia. AD umumnya terjadi pada individu berusia 60 tahun ke atas, sedangkan penyakit Parkinson (PD) adalah penyakit neurodegeneratif kronis dan progresif dengan gangguan gerakan pada individu lanjut usia. Ketika kerusakan DNA melebihi kapasitas perbaikan seiring bertambahnya usia, kesalahan translasi oleh DNA polimerase dapat menyebabkan perkembangan penyakit neurodegeneratif.
  • Penyakit hati berlemak nonalkoholik (NAFLD)
    Disfungsi mitokondria yang merupakan ciri khas penuaan dikenal sebagai faktor utama NAFLD.
    Selain itu, seiring bertambahnya usia, gangguan lipofagi (degradasi autofagik tetesan lemak tubuh) juga menyebabkan perkembangan NAFLD.
  • Osteoartritis (OA)
    Lebih dari 80% individu lanjut usia di atas 65 tahun menderita OA, yang menyebabkan disabilitas pada individu lanjut usia dan memberikan beban berat pada pasien dan masyarakat. [6]
  • Osteoporosis (OP)
    Osteoporosis adalah penyakit tulang yang berkaitan dengan penuaan yang ditandai dengan pengurangan massa tulang dan kerusakan struktur mikro tulang.
  • Degenerasi makula terkait penuaan (AMD)
    AMD adalah penyakit degeneratif pada makula yang menyebabkan kehilangan penglihatan parah pada populasi lanjut usia.
  • Presbikusis
    Presbikusis, juga disebut sebagai gangguan pendengaran terkait penuaan (ARHL), adalah bentuk progresif dari gangguan pendengaran sensorineural yang terjadi seiring bertambahnya usia dan merupakan kondisi umum pada populasi lansia.
  • Hiperplasia prostat jinak (BPH)
    BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) adalah penyakit urogenital umum pada pria paruh baya dan lanjut usia. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan usia merupakan faktor risiko penting untuk perkembangan BPH.
  • Kanker
    Hubungan antara penuaan dan kanker sangat kompleks. Meskipun ada bukti jelas bahwa sel yang memasuki keadaan senesensi dapat bertindak sebagai penghalang terhadap tumorigenesis, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa, dalam kondisi tertentu, sel senesensi yang terus-menerus dapat memperoleh sifat pro-tumorigenik.

"Menunda laju penuaan hingga 7 tahun"

akan mengurangi angka kejadian penyakit hingga setengahnya!

Angka kejadian penyakit atau angka kematian total untuk penyakit-penyakit paling umum pada usia lanjut.
(A) Insidensi penyakit kardiovaskular di Inggris pada tahun 2006 (sumber: British Heart Foundation 'Statistik penyakit jantung koroner' 2010). (B) Prevalensi demensia di negara-negara Uni Eropa pada tahun 2006 (sumber: Alzheimer Europe, 2009). (C) Tingkat mortalitas spesifik usia per 100.000 penduduk, Inggris (sumber: Cancer Research UK).

Dampak Kecepatan Penuaan terhadap Tingkat Kematian

Secara tradisional, penuaan dipandang sebagai penurunan fungsi fisiologis yang tak terhindarkan dan linier. Namun, penemuan ilmiah terbaru telah mengungkap bahwa penuaan adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup.

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa kecepatan penuaan kita dapat memiliki implikasi mendalam terhadap angka kematian.

"Bahkan hanya sedikit di atas tingkat penuaan 1 tahun biologis/tahun kronologis dapat meningkatkan risiko kematian Anda sebesar 56% dalam 7 tahun ke depan ."

Studi menunjukkan bahwa individu yang mengalami penuaan dini lebih mungkin menghadapi peningkatan risiko kematian dini. Mekanisme yang mendasari hubungan antara kecepatan penuaan dan angka kematian melibatkan kombinasi faktor genetik, stres oksidatif, peradangan, panjang telomer, dan akumulasi kerusakan sel dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan untuk memperlambat penuaan, seperti pembatasan kalori, olahraga teratur, dan agen farmakologis tertentu, dapat memperpanjang umur dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Memperlambat penuaan tidak hanya mengatasi akar penyebab penyakit yang berkaitan dengan usia, tetapi juga memiliki dampak mendalam pada fungsi fisiologis dan ketahanan tubuh. Hal ini membantu menjaga fungsi organ, melestarikan kemampuan kognitif, meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.